Kuala Lumpur - PM Malaysia Najib Razak mengumumkan adanya informasi terbaru mengenai dugaan posisi Pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 370 yang membawa 239 orang. Najib juga lantas mengumpulkan para duta besar negara tetangga, untuk dimintai bantuan pencarian.
"Tadi kami dikumpulkan setelah PM Najib menyampaikan konferensi pers. Dubes-dubes yang hadir dari negara dalam koridor utara dan selatan," ujar Wadubes RI untuk Malaysia Hermono kepada detikcom, Sabtu (15/3/2014).
Selain negara-negara dari dua koridor tersebut, juga dikumpulkan dubes dari negara-negara tempat asal para penumpang. Termasuk juga Dubes Iran.
"Karena dua penumpang yang paspor palsu itu," kata Hermono.
Dalam pertemuan itu, PM Najib menyampaikan perkembangan terbaru soal data satelit mengenai dugaan posisi pesawat tersebut.
"Kedua meminta kerjasama kepada negara-negara yang selama ini membantu termasuk Indonesia. Juga negara-negara yang dilalui masuk dalam koridor itu. Kerjasamanya dalam bentuk dapat berbagi data pencarian, dan data radar atau satelit yang dimiliki oleh kita," ujar Hermono.
PM Najib juga menyampaikan bahwa Malaysia memiliki strategi baru dalam pencarian. Namun soal ini, Hermono tidak menjelaskan secara detail.
"Saya sudah saampaikan hasil ini ke Jakarta, tentunya ke Menlu, Panglima TNI, Kapolri dan juga Menkopolhukam," kata Hermono.
"Tadi kami dikumpulkan setelah PM Najib menyampaikan konferensi pers. Dubes-dubes yang hadir dari negara dalam koridor utara dan selatan," ujar Wadubes RI untuk Malaysia Hermono kepada detikcom, Sabtu (15/3/2014).
Selain negara-negara dari dua koridor tersebut, juga dikumpulkan dubes dari negara-negara tempat asal para penumpang. Termasuk juga Dubes Iran.
"Karena dua penumpang yang paspor palsu itu," kata Hermono.
Dalam pertemuan itu, PM Najib menyampaikan perkembangan terbaru soal data satelit mengenai dugaan posisi pesawat tersebut.
"Kedua meminta kerjasama kepada negara-negara yang selama ini membantu termasuk Indonesia. Juga negara-negara yang dilalui masuk dalam koridor itu. Kerjasamanya dalam bentuk dapat berbagi data pencarian, dan data radar atau satelit yang dimiliki oleh kita," ujar Hermono.
PM Najib juga menyampaikan bahwa Malaysia memiliki strategi baru dalam pencarian. Namun soal ini, Hermono tidak menjelaskan secara detail.
"Saya sudah saampaikan hasil ini ke Jakarta, tentunya ke Menlu, Panglima TNI, Kapolri dan juga Menkopolhukam," kata Hermono.






Post a Comment