Home » » Melihat Gaya Patroli AKBP Adnan 'Si Polisi Cerewet'

Melihat Gaya Patroli AKBP Adnan 'Si Polisi Cerewet'

Written By Unknown on Wednesday, 19 March 2014 | 22:10












AKBP Adnan (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Lelaki berseragam polisi itu bergegas menuju masjid saat azan zuhur berkumandang, Rabu (19/3 kemarin. Setelah memarkirkan mobilnya, ia menuju ke tempat wudhu di sebelah selatan masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kemudian ia masuk ke masjid dan melaksanakan salat zuhur. 

Usai salat, ia melanjutkan aktivitasnya. Lelaki itu adalah AKBP Adnan. Pria kelahiran Meureudu, Pidie Jaya Aceh pada 10 Maret 1960 itu bertugas di Polda Aceh sebagai Kepala Pendidikan dan rekayasa Lalu Lintas. Sejak setahun silam, ia memiliki tugas baru yaitu Koordinator Pelaksana Polisi Meupep-pep (cerewet). Saban hari ia bertugas berkeliling jalan raya Banda Aceh untuk mengingatkan warga agar tidak melanggar lalu lintas.

Detikcom berkesempatan mengikuti AKBP Adnan berpatroli. Ia melintas di sejumlah ruas jalan di Banda Aceh dan cerewet saat berhenti di lampu merah. Alasannya, cerewet saat lampu merah akan lebih efektif karena semua pengendara berhenti dan berkesempatan mendengar apa yang disampaikannya. 

Dengan gaya khasnya seperti orang jualan obat, AKBP Adnan mengingatkan setiap pengguna jalan agar tidak pernah melanggar lalu lintas, dan kadang menyelingi teguran dengan sindiran-sindiran menggelikan. Tidak semua pelanggar akan langsung diingatkan AKBP Adnan. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk ditegur, Adnan lebih memilih mencatat pelat kendaraan dan akan ditegur jika suatu saat pelanggar tersebut melanggar lagi.

"Nyan (itu) adek yang pake baju sekolah tidak memakai helm. Nanti jatuh pecah kepalanya sudah tidak cantik lagi. Kami laki-laki tidak mau kalau tidak cantik, nyan. Besok jangan lupa pakai helm ya. Nyan," kata Adnan dengan bahasa Aceh saat melihat pengguna jalan yang tidak memakai helm.

Selama berpatroli, Adnan banyak menegur pelanggar lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan dirinya maupun orang lain seperti mengemudi sambil memegang telepon genggam. Tak sedikit pula ia mengingatkan orang tua yang memboncengkan anaknya yang masih kecil. Pasalnya, banyak anak kecil yang mengantuk sehingga dikhawatirkan dapat terjadi kecelakaan. 

"Nyan, anak ibu di belakang sudah ngantuk. Mohon berhenti dulu buk agar anak ibu tidak jatuh, nyan," seru Adnan saat melihat ada anak kecil yang sedang ngantuk di belakang sepeda motor.Pengguna jalan yang mendapat teguran dari Adnan rata-rata langsung menghindar karena merasa malu dengan pengguna jalan lain. Pasalnya, saat Adnan mulai mengeluarkan kata-kata 'cerewet'-nya, tak sedikit pengguna jalan yang tersenyum melihat pelanggar ditegur. Meskipun demikian, ada juga pengguna jalan yang berterima kasih kepadanya karena telah mengingatkan untuk tidak tidak melanggar aturan lalu lintas.

Adnan yang dibesarkan di asrama TNI ini memiliki keahlian meupep-pep karena pernah menjual obat di kampung halamannya sebelum menjadi anggota polisi. Kisah hidupnya tergolong pahit. Adnan berkisah, sewaktu masih menempuh pendidikan di SMA hingga kuliah, ia bersekolah dengan menggunakan sepatu tentara milik ayahnya. Hal itu, ia lakukan karena tidak sanggup membeli sepatu.

"Sekarang saya menyentuh kalau melihat orang susah. Karena saya juga pernah mengalami seperti itu," ungkap Adnan.

Kini, setelah setahun program polisi 'meupep-pep' berjalan tingkat kepatuhan warga Banda Aceh dalam berlalu lintas sudah sangat tinggi. Mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB tingkat pelanggar di Banda Aceh menurun drastis. Semangatnya untuk mengingatkan warga ibu kota provinsi Aceh ini masih membara. Selamat meupep-pep eh selamat bertugas pak Adnan!
Share this article :

Post a Comment