Getty Images/Michael Regan
Manchester - David Moyes belum mampu memperlihatkan hasil racikan bagus di Manchester United. Hal itu itu dinilai karena Moyes belum bisa meraih rasa hormat dari para pemainnya.
Moyes sedang mendapat tekanan besar menyusul kekalahan 0-3 MU atas Liverpool pada akhir pekan, yang mana merupakan hasil tak memuaskan paling anyar yang diraih oleh 'Setan Merah' sejak ditangani mantan manajer Everton itu mulai musim panas lalu.
Andy Gray, komentator dan pengamat kawakan yang juga mantan pesepakbola papan atas, menduga bahwa hal itu turut disebabkan karena Moyes belum mampu mendapatkan rasa hormat dari para pemain top 'Setan Merah'.
"Tak peduli apa yang sudah dibuat David Moyes di Everton, ketika ia datang ke Manchester United ia harus mampu meraih rasa hormat," kata Gray seperti dikutip talkSPORT.
"Jika (seorang manajer) dulunya adalah seorang pemain yang amat top, ia akan dapat rasa hormat itu. Ia pergi ke satu klub dan mendapatkan respek karena sudah pernah bermain di level tertinggi. David tidak demikian, jadi ia harus berusaha meraih dan mendapatkan rasa hormat tersebut."
"Saya sama sekali tidak ragu bahwa ketika ia masuk banyak pemain yang berpikir, 'Aku takkan menerimanya', dan David pun berpikir, 'Aku takkan mau memainkannya',' ulas Gray yang pada tahun 1985 silam mengantar Everton menjuarai Piala Winners.
Moyes sedang mendapat tekanan besar menyusul kekalahan 0-3 MU atas Liverpool pada akhir pekan, yang mana merupakan hasil tak memuaskan paling anyar yang diraih oleh 'Setan Merah' sejak ditangani mantan manajer Everton itu mulai musim panas lalu.
Andy Gray, komentator dan pengamat kawakan yang juga mantan pesepakbola papan atas, menduga bahwa hal itu turut disebabkan karena Moyes belum mampu mendapatkan rasa hormat dari para pemain top 'Setan Merah'.
"Tak peduli apa yang sudah dibuat David Moyes di Everton, ketika ia datang ke Manchester United ia harus mampu meraih rasa hormat," kata Gray seperti dikutip talkSPORT.
"Jika (seorang manajer) dulunya adalah seorang pemain yang amat top, ia akan dapat rasa hormat itu. Ia pergi ke satu klub dan mendapatkan respek karena sudah pernah bermain di level tertinggi. David tidak demikian, jadi ia harus berusaha meraih dan mendapatkan rasa hormat tersebut."
"Saya sama sekali tidak ragu bahwa ketika ia masuk banyak pemain yang berpikir, 'Aku takkan menerimanya', dan David pun berpikir, 'Aku takkan mau memainkannya',' ulas Gray yang pada tahun 1985 silam mengantar Everton menjuarai Piala Winners.






Post a Comment