Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Prabowo Subianto berkunjung ke Ponpes Sidogiri, Kraton, Pasuruan. Calon presiden Partai Gerindra tersebut meminta doa restu ke kiai karismatik Pasuruan, KH Nawawi Abdul Jalil.
Prabowo tiba di Ponpes Sidogiri pukul 15.30 WIB menumpang Alphard nopol N 1194 VI usai berkampanye di Jember. Ia didampingi sejumlah fungsionaris dan para caleg. Tampak juga dalam rombongan, putri Gus Dur Yeni Wahid.
Prabowo disambut kiai Nawawi di rumah putra keduanya Mas Abdul Jalil Kamil. Ini berbeda dengan para tokoh lain yang sowan sebelumnya dan disambut di rumah pribadinya. Setelah itu, Prabowo dan kiai Nawawi melakukan pertemuan tertutup selama hampir satu jam.
"Kita sowan minta saran dan doa ke kiai. Saya mantan prajurit, kalau mantan prajurit pasti deket kiai. Kalau mau berangkat perang cari kiai minta doa. Perasaan saya damai dan sejuk di sini," kata Prabowo usai pertemuan.
Perang, kata Prabowo, berarti luas. Perang berarti melawan ketidakadilan dan kebatilan. "Negara ini aman kalau kiai dimintai saran dan diajak bicara," ujarnya.
Menurut Prabowo, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sehingga kepentingan umat Islam harus diperhatikan.
"Kepentingan umat Islam harus dipikirkan dan para ulama sebagai pemimpin umat tidak salah kalau kita minta pendapat. Ulama harus diajak bicara dan diminta masukan," katanya.
Prabowo menjanjikan akan mencegah kebocoran uang negara yang mencapai 1000 triliun setiap tahun. "Kalau kebocoran itu bisa kita cegah maka uangnya akan bisa digunakan untuk menyejahterakan rakyat," pungkasnya.
Setelah melayani pertanyaan dari wartawan, Kiai Nawawi menutup petemuan dengan doa.
Prabowo tiba di Ponpes Sidogiri pukul 15.30 WIB menumpang Alphard nopol N 1194 VI usai berkampanye di Jember. Ia didampingi sejumlah fungsionaris dan para caleg. Tampak juga dalam rombongan, putri Gus Dur Yeni Wahid.
Prabowo disambut kiai Nawawi di rumah putra keduanya Mas Abdul Jalil Kamil. Ini berbeda dengan para tokoh lain yang sowan sebelumnya dan disambut di rumah pribadinya. Setelah itu, Prabowo dan kiai Nawawi melakukan pertemuan tertutup selama hampir satu jam.
"Kita sowan minta saran dan doa ke kiai. Saya mantan prajurit, kalau mantan prajurit pasti deket kiai. Kalau mau berangkat perang cari kiai minta doa. Perasaan saya damai dan sejuk di sini," kata Prabowo usai pertemuan.
Perang, kata Prabowo, berarti luas. Perang berarti melawan ketidakadilan dan kebatilan. "Negara ini aman kalau kiai dimintai saran dan diajak bicara," ujarnya.
Menurut Prabowo, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sehingga kepentingan umat Islam harus diperhatikan.
"Kepentingan umat Islam harus dipikirkan dan para ulama sebagai pemimpin umat tidak salah kalau kita minta pendapat. Ulama harus diajak bicara dan diminta masukan," katanya.
Prabowo menjanjikan akan mencegah kebocoran uang negara yang mencapai 1000 triliun setiap tahun. "Kalau kebocoran itu bisa kita cegah maka uangnya akan bisa digunakan untuk menyejahterakan rakyat," pungkasnya.
Setelah melayani pertanyaan dari wartawan, Kiai Nawawi menutup petemuan dengan doa.






Post a Comment