Home » » Sekelompok Anak Muda Ini Ciptakan Lantai Terbuat dari Bulu Ayam

Sekelompok Anak Muda Ini Ciptakan Lantai Terbuat dari Bulu Ayam

Written By Unknown on Wednesday, 30 April 2014 | 23:25

Jakarta -Limbah bulu ayam umumnya digunakan sebagai bahan dasar kemoceng atau pembersih debu. Namun bagi sekelompok anak muda ini, bulu ayam disulap sebagai lapisan lantai.

Mereka merupakan pentolan Prasetiya Mulya Business School yang membuat inovasi yang kreatif. Mereka klaim belum ada di belahan dunia manapun lantai terbuat dari bulu ayam. 

"Baru kita yang buat ini. Kalau sudah ada nggak mungkin kita bisa ikutin lomba itu," kata mahasiswa S2 Magister Manajemen Prasetiya Mulya Business School, Erwin Sidharta di acara Media Gathering Prasetiya Mulya di Penang Bistro, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (22/4/2014).

Produk yang masih berbentuk prototipe ini diikutsertakan dalam lomba kreasi dan inovasi tingkat internasional. Pertama di Mai Bangkok Business Challenge di Thailand. Di kompetisi ini, Erwin bersama rekannya mendapatkan predikat peserta pameran terbaik.

"Kita nggak menang tapi kita dapat jaringan dan pengalaman yang luar biasa," katanya.

Selain itu, produknya ini juga pernah dipamerkan di Global Social Venture yang diikuti 650 peserta di 44 negara di seluruh dunia. Lagi-lagi mereka hanya mendapatkan pengalaman yang banyak.

Dikatakan Erwin, ia bersama 4 rekannya kini tengah mencari investor untuk mau mengembangkan usahanya ini menjadi lebih besar. Juga produknya agar bisa diterima di masyarakat. Namun justru menurutnya yang menunjukkan minat lebih banyak adalah orang luar negeri."Karena orang Indonesia masih takut ini adalah limbah. Kalau orang luar negeri justru nggak. Thailand banyak yang tertarik investor tapi belum ada follow up lagi," kata pira berumur 24 tahun ini.

Rekan Erwin, Maria Nike Janeta mengatakan produk lantai yang terbuat dari bulu ayam ini justru ramah lingkungan. Menurutnya limbah bulu ayam sulit untuk terdegradasi dengan alam.

"Kalau di Indonesia memproduksi ayam 2,2 juta ekor. Ada 160.000 ton limbah bulu ayam. Hanya 50% yang dipakai kemoceng. Limbah ini tidak mudah terdegradasi," kata Nike.

Mereka yakin, produknya ini memiliki nilai tambah. Juga memiliki keunggulan dibanding lantai-lantai biasa pada umumnya, khususnya yang berbahan kayu.

"Keunggulannya, ada tahan air, tahan rayap, dan insulator panas yang baik," papar dia.

Produk ini berbahaan dasar kayu dan cetakan resin yang dilapisi bulu ayam yang telah diproses sterilisasi beberapa tahap. Untuk membuat prototipenya ini mereka menggelontorkan dana sebesar Rp 1 juta.
Share this article :

Post a Comment