Yogyakarta - Bertugas sambil menenteng senjata tak menjadi halangan bagi anggota Brimob ini untuk berjilbab. Perjalanannya Bripda Adri Chroin Ade Oktami (23) hingga akhirnya kini konsisten berhijab berakhir manis.
"Saya berhijab sejak sekolah. Tapi masih buka tutup ya. Setelah masuk Polwan, saat itu masih nggak boleh (pakai jilbab)," ujar Adri saat ditemui di Mako Brimob Polda DIY Jl Mojo, Baciro, Yogyakarta, Selasa (8/9/2015).
Meski belum ada izin berjilbab, keinginannya untuk tetap menutupi auratnya masih tertanam dalam hatinya. Adri tetap mengenakan jilbabnya jika berada di luar tugas.
"Kalau di kantor tentu nggak pakai (jilbab). Tapi kalau pakai baju preman, saya insya Allah dulu selalu pakai," imbuhnya.
Setelah izin berjilbab bagi Polwan dikeluarkan oleh Kapolri Badrodin Haiti yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Kapolri pada Maret lalu, Adri bersyukur. Jilbab tak membatasi gerak dan tugasnya.
"Alhamdulillah, sudah diberi kesempatan Insya Allah saya istiqomah," kata Adri sambil tersenyum.
(sip/dra)
"Saya berhijab sejak sekolah. Tapi masih buka tutup ya. Setelah masuk Polwan, saat itu masih nggak boleh (pakai jilbab)," ujar Adri saat ditemui di Mako Brimob Polda DIY Jl Mojo, Baciro, Yogyakarta, Selasa (8/9/2015).
Meski belum ada izin berjilbab, keinginannya untuk tetap menutupi auratnya masih tertanam dalam hatinya. Adri tetap mengenakan jilbabnya jika berada di luar tugas.
![]() |
"Kalau di kantor tentu nggak pakai (jilbab). Tapi kalau pakai baju preman, saya insya Allah dulu selalu pakai," imbuhnya.
Setelah izin berjilbab bagi Polwan dikeluarkan oleh Kapolri Badrodin Haiti yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Kapolri pada Maret lalu, Adri bersyukur. Jilbab tak membatasi gerak dan tugasnya.
"Alhamdulillah, sudah diberi kesempatan Insya Allah saya istiqomah," kata Adri sambil tersenyum.
(sip/dra)






Post a Comment