PESAN DARI RIAU
Kebakaran hutan di Riau akibat adalah ulah beberapa perusahaan asing yang membuka lahan u/ perkebunan sawit yang telah disetujui oleh pemerintah pusat.
Seperti inilah ketika amanah dari Allah SWT dicampakkan . Sumber Daya Alam yang seharusnya dikelola oleh negara dengan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, dengan sangat merugikan dikelola asing secara membabi buta, mereka membuka lahan dengan membakar sebagian hutan yang akhirnya menimbulkan kebakaran hutan di Riau.
Warga yang tidak menyicipi sepersenpun dari kekayaan alam menjadi korban kerakusan pengusaha dan penguasa. Jika anda berada di Riau saat ini suasana siang hari bagaikan seperti Maghrib. Karena jarak pandang yang begitu pendek antara 50-100 meter.
Saat ini penduduk Riau dalam keadaan yang membahayakan karena asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan dapat menyebabkan Ispa Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 12.840 warga Riau dari sejumlah kabupaten kota terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) akibat kabut asap. "Data tersebut diperoleh dari Puskesmas dan rumah sakit di daerah dua pekan terakhir, (Tempo.com)
saudara – saudaraku marilah kita berdoa atas keprihatian yang ditimbulkan dari bencana ini
Ya Allah .. Semoga Engkau berikan ketabahan dan kesabaran bagi saudara kami para korban kabut asap dan kebakaran hutan di Riau ..
Ya Rahman Ya Rahim ..
Semoga dari bencana ini Tidak Merenggut Korban Jiwa ..
Dan Semoga tidak ada lagi bencana alam di negeri ini, ampunilah kami semua yang mudah melupakanMu dan baru teringat kepadaMu ketika bencana menimpa kami semua.
Ampuni kami, Maafkan kami, dan Sayangilah kami, jika kami lalai dalam menjalankan perintah-Mu, Atau bahkan menduakan-Mu dengan yang lain baik disengaja ataupun tidak. Kabulkanlah doa kami ya Allah
Marilah kita bagikan BERITA ini kepada saudara kita lainya agar pemerintah pusat dapat sesegera mungkin membantu saudara-saudara kita di Riau, jangan sampai mereka menunggu hingga tenggorokkan kering , batuk berdarah , mata memerah karena sudah hampir 1 bulan saudara kita di Riau sudah merasakan keprihatinan ini






Post a Comment