Home » » Sisihkan 33 Delegasi, UGM Juarai Kompetisi Mikrobiologi di Thailand

Sisihkan 33 Delegasi, UGM Juarai Kompetisi Mikrobiologi di Thailand

Written By Unknown on Tuesday, 18 March 2014 | 06:39

Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) juara Siriaj International Michrobiology, Parasitology, and Immunology Competition (SIMPIC) 2014 di Bangkok Thailand. Tim UGM berhasil menyisihkan 33 delegasi dari Thailand, Vietnam, Jepang, Taiwan, Australia, China dan Bangladesh.

"Tim dari FK UGM ini baru pertama kali memenangkan kompetisi tahunan tersebut," ungkap salah satu anggota tim, Stevanie, kepada wartawan di ruang Senat FK UGM, Senin (18/3/2014).

Menurut dia, kompetisi berlangsung selama empat hari pada 11-14 Maret lalu. Tim FK UGM diwakili oleh Nurkholis Bramantyo, Eric, Stevanie dan Lilie Fransiska. Kompetisi terbagi tiga tahap proses seleksi, yakni babak penyisihan, semifinal dan final. 

Kompetisi ini menguji kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi di bidang mikrobiologi, parasitologi dan imunologi. Tim dari FK UGM berhasil mengalahkan dua tim sekaligus dari Thailand, Chiang Mai University dan Khon Kaen University.

Di babak penyisihan mereka diuji tentang materi di tiga bidang ilmu yang sudah mereka dapatkan di bangku kuliah prodi pendidikan dokter. "Salah satu materi adalah persoalan mendasar dari setiap penyakit," katanya.

Namun di babak final, kata dia, materi yang diuji justru lebih banyak pada kasus penyakit imunologi. Mereka secara bergantian diharuskan menerangkan secara detail faktor penyebabnya, risiko, hingga tindakan medis yang harus diambil. 

"Kita bisa menjawab semua pertanyaan dan mendapat nilai 10. Sedangkan dua tim lainnya mendapat nilai dibawah 5. Tim FK UGM pun dinyatakan menang," katanya.

Dia mengatakan kompetisi SIMPIC kali ini diikuti 8 tim FK dari 8 perguruan tinggi di Indonesia seperti Undip, Unair, Universitas Brawijaya, Unand dan Unpad. Sisanya dari perguruan tinggi ternama dari luar seperti Osaka Medical College, Jepang, Tzu Chi University, Taiwan, dan University of Queensland, Australia.

dr Tri Wibawa PhD, selaku mentor dari keempat mahasiswa ini menambahkan persiapan pemberian pelatihan dilakukan sejak akhir tahun lalu. Selanjutnya, latihan makin diintensifkan satu minggu menjelang keberangkatan.

Menurut Tri, keberhasilan mahasiswa FK UGM dalam kompetisi internasional ini menandakan proses pembelajaran di FK UGM tidak kalah saing dengan perguruan tinggi dari luar. Model pembelajaran student center learning dan problem based learning yang diterapkan di FK UGM memungkinkan mahasiswa belajar lebih cepat terkait persoalan klinis dan medis di bidang penyakit tropis. 

"Di tahun ketiga, mereka sudah menguasainya dengan baik," pungkas dia.
Share this article :

Post a Comment